Advertising

Jauhi Sifat EGOIS - Sifat Manusia Yang Mementingkan Diri Sendiri, Tiada Ketenangan Dalam Hidup

Views

SIKAP PENTINGKAN DIRI SENDIRI (Individualistik/selfish/ananiyah)

Mementingkan diri sendiri = hanya memikirkan keperluan dan keinginan sendiri, =tidak mementingkan keperluan orang lain, = hanya ingin bersama orang lain serta layan situasi yang menguntungkan dirinya sahaja.

A. ANANIYAH ( Egois )

1. Pengertian Ananiyah

Berasal dari bahasa arab artinya saya atau aku. Ananiyah berarti keakuan. Sifat ananiyah (egois) adalah sikap hidup yang terlalu mementingkan diri sendiri bahkan bila perlu mengorbankan kepentingan orang lain.

2. Dalil naqli terkait dengan sifat Ananiah

Artinya: ”Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang - orang yang sombong dan membanggabanggakan diri”. ( QS. An Nisa’ : 36 )

3. Contoh-contoh/ciri-ciri perilaku ananiyah/Ciri

a. Selalu ingin menang sendiri.

b. Tidak peduli dan tidak memahami perasaan orang lain.

c. Selalu mengganggu keketenteraman hidup orang lain.

d. Tidak suka mendengar saranan atau kritikan orang lain.

e. Merasa dirinya selalu benar

f. Merasa dirinya lebih hebat daripada orang lain

g. Bersikap sombong dan bangga diri

h. Tidak mengaku kesalahan dan suka letak kesalahan kepada orang lain



4. Bahaya sifat ananiyah antara lain :

a. Tidak disenangi orang lain.

b. Membatasi ruang pergaulan

c. Bila penyakit ananiyah menjangkiti seorang pengusaha/pemimpin akan cenderung
    bersifat diktator. Seperti halnya Fir’aun.

d. Susah dapat bantuan jika dalam kesusahan.

e. Termasuk akhlak tercela (Akhlak Madzmumah)

f. Cenderung kpd sifat sombong dan angkuh

f. Dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya.

5. Cara Menghindari Perilaku Ananiyah

a. Sedar bahwa perilaku ananiyah dapat merugikan diri sendiri ataupun orang lain.

b. Sedar bahwa perilaku ananiyah dapat membawa pada sifat takabbur.

c. Sedar bahwa manusia diciptakan sama dan mempunyai hak yang sama.

Sebagaimana Firman Allah SWT yang artinya :

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”(QS. Al-Maaidah : 2)

Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya :

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat kepada manusia lainnya.”(HR. Bukhori

Serta dalam Hadits lain yang artinya :

“Barangsiapa tidak mementingkan urusan umat islam, maka tidaklah ia termasuk dari golongan mereka itu. Dan barangsiapa yang dalam sehari-hari tidak berlaku jujur kepada Allah, kepada rasul-Nya, kepada kitab-Nya, kemudian kepada imam (pemimpin) mereka dan kaum muslim, tidaklah ia dari mereka.”(HR. Muslim)

CONTOH :

Ada banyak sifat buruk dalam diri manusia. Salah satunya sifat mementingkan diri sendiri. Akibatnya menyusahkan orang lain. Walaupun dia rasa itu sikapnya, dia punya pasal la nak buat apa pun.

Banyak orang banyak ragam, kita boleh tengok sikap pentingkan diri ini dekat jalan raya. Ada sahaja pemandu yang nak cepat, tapi tak sedar perbuatan dia tu menyusahkan orang.

1. MEMANDU. Tukar lorong sesuka hati, potong barisan, nak masuk simpang tak bagi
    signal.



2. Pemimpin yang ada kepentingan akan melupakan pengorbanan dan keadilan. Ulama 
    yang ada kepentingan akan menggadai nabi dan tuhan. Manusia bijak pandai yang 
    berkepentingan hanya memikirkan keuntungan. Orang kebanyakan yang ada
    kepentingan tidak rela dirinya ketinggalan. Jadi manusia yang ada kepentingan hanya
    akan bekerja untuk dirinya sendiri.

3. Perokok.

4. Buang sampah merata-rata/kwsn rumah jiran.

5. Buka TV/radio dengan kuat (majlis).

6. Di Pejabat: kerap ambil cuti di waktu2 penting -kerja terbengkalai/ditanggung oleh orang 
    lain- Pilih kerja2 yang senang, yang susah bagi orang lain.

7. Kalau kita seorang GURU/IBUBAPA/PENIAGA yang selfish.

8. MAJLIS di masjid: makan dan tinggalkan pinggan/dulang/sampah.

Sumber : islamic.utm

No comments:

Powered by Blogger.